Yudaps.id

Sebuah blog berisi cerita dari pengalaman hidup Yuda

4 Alasan Hungry Bird Coffee and Roastery Tetap Ramai Dikunjungi Customernya

Ditengah banyaknya coffee shop baru bermunculan di daerah berawa, canggu Bali, tidak membuat coffee shop ini kehilangan pelanggan, justru mereka malah mendapatkan banyak pelanggan loyal baru lainnya.

Kok bisa?

Berikut beberapa alasannya menurut saya:

1. Konsistensi rasa

Beberapa kali saya order kopi dengan menu yg sama (flat white, piccolo) rasanya selalu sama. Istri saya juga pernah order nasi goreng vegetarian dan lagi-lagi rasanya tidak berubah. Good job Hungry bird.

Dari sisi menu coffee, yang saya yakinin kenapa mereka mempunyai konsistensi rasa, karena dari sisi beans kopinya mereka punya roastery coffee sendiri, alias mereka meroasting sendiri biji kopi yang mereka seduh. Sehingga mereka bisa menyesuaikan karakter kopinya dengan “selera” customer mereka yang loyal.

Coffee beans di Hungry bird

2. Beragam pilihan menu

Meskipun berada di lokasi yang mayoritas customernya adalah turis mancanegara atau bule, mereka tetap tidak melupakan untuk menyediakan menu lokal agar tetap menarik customer lokal yaitu Nasi goreng. Selain nasi goreng mereka juga menyediakan menu mie goreng, mie siram, rice bowl dan sebagainya. Dan bukan cuma “sekedar ada”, rasa nasi goreng vegetarian mereka enak loh, terbukti istri saya sampai repeat order. Cobain gih, salah satu menu rekomendasi kita kalau ke Hungry bird coffee.

Dari sisi minuman juga gak hanya coffee, ada menu teh atau jus yang bisa dijadikan opsi bagi kalian yang tidak bisa minum kopi. 

3. Hospitality

Ini poin yg menurut saya tidak banyak cafe atau coffee shop yg memperhatikannya. Padahal menurut saya, hospitality di cafe atau coffee shop itu sangat penting untuk membuat customer loyal kepada kita.

Dan ini salah satu poin yg tetap dijaga oleh Hungry bird coffee dari dulu.

Ketika kita membuka pintu depan hungrybird sesegera mungkin para barista yg berjajar di bar menyapa kita dengan sapaan, “halo selamat pagi” Hi good morning. Kelihatan sepele bukan? Tapi buat beberapa orang bisa jadi berkesan, termasuk buat saya. Dan membuat kita merasa dekat dan akrab dengan mereka. 

Penyajian menu yg cepat dan tidak salah dikala orderan ramai itu juga bisa menjadi poin plus buat customer. Dan persis itu yg dilakukan oleh Hungrybird.

Bahkan mereka juga menyediakan slow bar di sebelah kanan meja bar, andaikata kalian ada yg ingin “chitchat” lgsg dengan baristanya di saat mereka sedang menyeduh manual brew kopi. Tak berhenti sampai disitu, di saat mau meninggalkan ruangan cafe juga kita dibuat seakan “jangan pergi dulu, atau jgn lupa kembali”, karena sapaan “terima kasih jangan lupa datang kembali” tidak lupa diucapkan baristanya saat kita keluar ruangan. Two thumb up buat Hungry Bird.

4. Fasilitas

Soal fasilitas, menurut saya hungry bird juga cocok untuk dijadikan tempat kerja atau coworking. Mereka punya meja comunal yg cukup besar, cukup untuk 6 orang sambil kerja buka laptop. Selain meja komunal, jaringan wifi mereka juga aksesnya ngebut. Saya coba speed test dan begini hasilnya.

Jadi yaa, rasanya tidak salah kalau hungry bird tetap menjadi pilihan ketika butuh tempat untuk sekedar ngopi, kerja sambil ngopi ataupun meetup bareng teman-teman sambil ngopi.

Tertarik untuk ngopi di hungry bird?

Cus get direction with this link via your maps.

Thank you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *