Yudaps.id

Sebuah blog berisi cerita dari pengalaman hidup Yuda

2 Hari 1 Malam di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Bisa Ngapain Aja Sih?

Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan adalah dua pulau di sebelah timur dari pulau Bali. Pulau ini bersebelahan dengan Nusa Penida yang juga menjadi salah satu tujuan favorit para turis ketika berkunjung ke Bali.

Untuk menuju Nusa Lembongan dari Bali, kita bisa menggunakan fast boat dari Sanur atau Serangan, Denpasar.

Jika dari pelabuhan Serangan pilihan fast boat menuju Lembongan terbatas, di pelabuhan Sanur tersedia banyak pilihan fast boat dan pilihan jam keberangkatannya juga.

Untuk harga tidak terlalu jauh berbeda kok, jadi bisa disesuaikan aja dengan jadwal kita mau dari Sanur dan Serangan.

Kami (aku dan istri) menggunakan fast boat Glory yang berangkat pukul 14.00 WITA hari Sabtu dari pelabuhan Sanur. Lama penyebrangan dari Sanur menuju Lembongan kurang lebih 30 Menit, lama waktu tersebut bisa saja berubah2 tergantung dari angin dan ombak saat itu.

Setelah kurang lebih 30 menit di laut, akhirnya sampai juga di Pelabuhan fast boat Glory. Pelabuhan ini dekat dengan pelabuhan Jungut Batu, Nusa Lembongan.

Jadi, di Nusa Lembongan ada 2 pelabuhan fast boat yang umum digunakan, yaitu pelabuhan Mushroom bay dan pelabuhan Jungut batu.

Tapi biasanya setiap provider fast boat juga punya dermaga masing-masing, meskipun lokasinya masih 1 garis pantai dengan pelabuhan umum tadi. Jadi jangan lupa di pastikan kembali dengan provider fast boatnya ketika membeli tiket ya, supaya bisa menentukan titik jemput (jika dijemput) atau jika mau ketemu dengan pemilik rental motor (jika mau nyewa motor).

Dan yang perlu diingat juga, sampai artikel ini dibuat, di Nusa Lembongan belum ada dermaga yang nyambung dengan daratan, seperti yang ada di Sanur saat ini. Jadi bisa dipastikan, di mana pun kita berlabuh (Nusa Lembongan) kita akan sedikit kebasahan karena turun dari kapal perlu nyebur pantai sedikit dan berjalan sampai ke daratan. So, pertimbangkan alas kaki yang dipakai dan baju yang kalian kenakan ya.

Hari Pertama

20 Januari 2024 (12.30 – 14.00)

Pelabuhan Sanur 1 yudaps.id
Pelabuhan Sanur

Hari Sabtu (hari keberangkatan) kita harus checkin dulu di kantor Glory fast boat. Kantornya berada di dekat portal masuk parkiran Pelabuhan Sanur. Kenapa kita harus check-in dulu? Karena saat aku booking tiket melalui Whatsapp, kita hanya diberikan bukti pembayaran saja (sebagai tanda jadi booking) yang selanjutnya ini ditunjukkan di loket/kantor fast boat untuk ditukarkan dengan tiket fast boat. Nah, karena aku booking tiketnya return (pulang pergi) jadi sekalian dikasih tiket pulangnya juga (Lembongan-Sanur).

Menurut jadwal di tiket, keberangkatan fast boat pukul 14.00 WITA, dan kami sudah harus berada di ruang tunggu selambat-lambatnya 15 menit sebelum kapal berangkat.

Jujur ini pengalaman pertama naik fast boat melalui pelabuhan sanur setelah di renovasi. Dan hasilnya memuaskan sih menurut kami. Baguuuss banget, lebih rapi, lebih tertata, dan yang pastinya kita tidak perlu basah-basahan seperti dulu ketika mau naik ke fast boat. Good job!

(14.35 – 15.00)

Screenshot 2024 01 26 at 15.37.49

Setelah sampai di pelabuhan/dermaga atau pantai di Nusa Lembongan (hehe) yang dianggap sebagai tempat berlabuhnya fast boat Glory sekitar pukul 14.35 WITA, saya langsung mencari sepeda motor yang sudah saya booking. Kali ini juga saya mendapat pengalaman yang baru nih, jadi motor yang saya sewa dari pemilik rental, sudah ada di sekitaran dermaga ini dari pagi, meskipun saya baru tiba pukul 14.35 WITA dan yang punya motor hanya nge-videoin saja motornya yang mana dan posisi motornya di mana, jadi saya tidak ketemu dengan pemilik rental sepeda motornya. Unik ya, sangat percaya.

Setelah mendapatkan sepeda motor, kami langsung menuju penginapan, yaitu di Le Pirate, Nusa Ceningan. Yes meskipun berlabuhnya di Nusa Lembongan namun kami memilih menginap di Nusa Ceningan, selain memang vila ini sudah menjadi incaran kami sejak lama, hehee dan berharap di hari pertama kami bisa mengelilingi Nusa Ceningan baru keesokan harinya kami muter-muter di Nusa Lembongan (planningnya seperti itu). Jadi semakin bulatlah keputusan untuk menginap di Nusa Ceningan. Lagian setelah dicek di Google Maps, ternyata dari pelabuhan Glory (Jungut batu) ke vila ini tidak terlalu jauh (kurang lebih 17 menit) masih ideal menurut kami.

Jika kalian ingin menginap di vila Le Pirate juga, kami menyarankan untuk booking langsung melalui website mereka, karena ada promo diskon 10%. Saat kami booking, kami mendapat harga 360rb setelah di diskon dan itu sudah termasuk sarapan untuk 2 orang. Lumayan bukan?

(15.15 – 15.30)

Maps Wisata Nusa Ceningan Yudaps.id
Peta wisata Nusa Ceningan

Saat check-in kami dibantu oleh pak Gede, yang setelah cerita-cerita ternyata beliau adalah manager di vila tersebut. Pak Gede sangat responsif sekali dan sangat membantu kami untuk memberitahu apa saja yang bisa kami lakukan di Nusa Ceningan. Dan benar saja, tidak butuh waktu lama untuk mengelilingi Nusa Ceningan. Cukup 30 menit sudah selesai kata pak Gede. Tapi ya lama waktu tersebut juga tergantung dengan seberapa lama kita berhenti di setiap titik yang kita kunjungi? Kalau kami? Heheehe tidak ada batasan waktu untuk setiap tempat yang kami kunjungi, karena kami tidak ada kendala waktu saat itu.

Pak Gede juga menunjukkan maps wisata di Nusa Ceningan. Ada 3 tempat yang memang sudah kami incar, yaitu: Mahana Point, Blue Lagoon Ceningan dan Secret Beach. Dan ketiga lokasi ini juga sangat berdekatan dengan vila Le Pirate.

(15.35 – 15.45)

Setelah selesai check-in dan menyusun barang-barang serta menata kembali tas untuk membawa barang yang seperlunya saja untuk dibawa keliling-keliling naik motor, kamipun sudah ready untuk mengexplore Nusa Ceningan. Titik pertama yang kami tuju adalah Mahana Point. Selama perjalanan yang tidak terlalu lama, kami berpendapat kalau jalan-jalan di Nusa Ceningan tidak berbeda jauh dengan jalanan khas di pulau-pulau kecil lainnya, kecil, naik turun, kanan pantai/jurang, kiri tebing dan kadang sebaliknya dan juga sepi, padahal saat itu weekend.

Setelah kurang lebih 10 menit, kami sampai di Mahana Point. Jadi Mahana Point ini adalah sebuah restoran di pinggir tebing, nama restorannya Mahana, Point itu digunakan karena tempat ini juga sering dijadikan Sunset point, karena posisinya yang mendukung (di pinggir tebing) dan menghadap ke barat. Selain restaurant, di Mahana point juga terdapat “Cliff jumping” yang biasa digunakan turis untuk lompat dari ujung tebing ke laut. Seram? Tentu. Tapi sayangnya saat kami datang, cuaca sedang tidak mendukung (angin kencang, ombak tinggi) sehingga tidak ada turis yang melakukan aksi lompat. Setelah foto-foto sedikit, kami pun pindah ke tujuan selanjutnya, yaitu Blue Lagoon.

Mahana Point Nusa Ceningan Yudaps.id
Mahana Point dari sisi parkir kendaraan

(15.45 – 16.00)

Gak jauh dari Mahana Point ada spot asyik namanya Blue Lagoon Nusa Ceningan. Nah kalau aku baca-baca review di google, kalau beruntung kita bisa melihat penyu berenang ke permukaan di pagi hari. Sayangnya kami tidak menemukan itu. Hehehe. Mungkin karena waktunya yang kurang tepat dan cuacanya juga kurang mendukung. Apa saja yang bisa dilakukan di sini? Tidak banyak, hanya bisa melihat pasir dan laut yang sangat jernih dari ketinggian saja. Karena lagi-lagi belum ada akses yang memungkinkan kita untuk turun kebawah. Selain ya pastinya foto-foto.

Jika mau explore sedikit, kalian bisa jalan masuk ke dalam mengikuti jalan setapak. Nah nanti kita bisa menemukan tebing-tebing yang luas yang biasanya dijadikan tempat “nongkrong” para pemancing. At least kita bisa mendapatkan another spot foto di pinggiran tebing. Hehehe.

Setelah mengunjungi 2 spot (Mahana Point dan Blue lagoon) kami berpendapat bahwa spot-spot di Nusa Ceningan mayoritas akan diisi dengan tebing-tebing curam di mana kita hanya bisa melihat lautnya dari ketinggian saja, tanpa bisa turun untuk setidaknya membasahi kaki atau muka dengan air laut tersebut atau bahkan snorkeling? Yaa setidaknya ini pendapat kami setelah mengunjungi 2 spot tersebut. Namun pendapat ini seketika berubah ketika kami mengunjungi spot ketiga. Yes SECRET BEACH!

(16.15 – 17.00)

Kalau dilihat dari Maps sebenarnya secret beach ini lokasinya tidak jauh dari blue lagoon, bahkan bisa dibilang masih 1 garis dengan blue lagoon. Cuma karena belum ada aksesnya, jadi kita perlu sedikit memutar untuk bisa mencapai secret beach.

Sesuai dengan namanya, pantai ini beneran secret. Kenapa? Mulai dari akses masuknya yang belum ada retribusi dan plang nama, lokasinya juga berada di balik-balik bukit dan memang saat kami datang, cuma kami yang ada di pantai ini, jadi ya bisa dibilang beneran “SECRET BEACH” lah ya? Hehe. Dan di sini kita bisa turun sampai ke pantainya. Parkiran motor juga tidak terlalu jauh, cukup menuruni beberapa tangga dan kita bisa sampai langsung di pantainya yang putih dan “SECRET”. Pasir pantainya putiiih banget, mungkin karena jarang ada yang mengunjungi jadinya masih putih bersih. Rasanya pengen nyeburin diri ke laut, tapi melihat kondisi angin dan ombak tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Tapi setidaknya kaki bisa kena air laut, bahkan sampai celana sedikit basah karena kena ombak yang tiba-tiba naik ke daratan saat kami lagi asyik foto-foto. Alhamdulillah, nemu spot yang indah.

Meskipun ingin rasanya berlama-lama disitu, namun kami mengurungkan niat tersebut karena ingin mencoba explore hal lain yang ada di Nusa Ceningan.

Karena hari sudah semakin sore, dan kami pengen dapat momen sunset di lokasi tempat, maka tujuan berikutnya ada Devil tears, di Nusa Lembongan. Sebenarnya di Le Pirate, villa tempat kami menginap juga ada spot sunsetnya, namun saat kami checkin tadi, sudah ada beberapa turis yang sedang menikmati spot tersebut, jadi kami memilih spot lain saja.

Sebelum ke Devil Tears, kami sempat mampir di Parangan Jepang. Spot ini bersebelahan dengan Secret Beach. Parangan Jepang ini konsepnya sama seperti 2 spot sebelum secret beach, tebing tinggi yang langsung menghadap ke lautan. Di sini kita berfoto di bawah pohon (cuma ada 1 pohon diujung tebing) yang menghadap ke crystal bay (Nusa Penida). Udah itu aja. Hehe.

Parangan Jepang Nusa Ceningan Yudaps.id
Parangan Jepang, kalau diperhatikan detail, dibelakang sebelah kiri adalah crystal bay (Nusa Penida)

(17.15. 18.00)

Di perjalanan menuju Devil tears, kami sempat mengecek Maps, untuk melihat spot-spot menarik lainnya di Nusa Ceningan, karena kami belum percaya, masak sih cuma 3 spot itu saja yang bisa dikunjungi di Nusa Ceningan? Alhasil kami mencoba ke arah utara/atas (Le Pirate berada di selatan Nusa Ceningan) – bawah.

Ada 1 spot di utara Nusa Ceningan yang juga bisa dikunjungi yaitu Tanjung Glumpang. Spot ini bagus untuk melihat sunrise. Namun kata pak Gede (Manager Villa Le Pirate) akses jalannya masih rusak, jadi tidak disarankan, dan kamipun mengikuti saran tersebut.

Meskipun memang kami juga mengarahkan sepeda motor ke arah utara sekedar ingin tahu ada apa sih di bagian utara nusa ceningan.

Yang kami dapati hanya perumahan nelayan dan ternyata ada 1 pelabuhan bagus di Nusa Ceningan namanya Bias Munjul. Kalau dilihat-lihat sih sepertinya ini pelabuhan baru jadi, belum beroperasi, kami juga tidak tahu pastinya guna dari pelabuhan ini apa dan kapan waktu operasinya. Kami hanya sepintas lewat saja. Semoga kedepannya pelabuhan ini bisa digunakan dengan baik, karena kalau dilihat dair bangunannya, pelabuhan ini sangat berpotensi untuk memudahkan para turis yang ingin berkunjung ke nusa ceningan ataupun untuk warga lokal sebagai jalur transportasi mereka menuju ke pulau-pulau lain.

Oh iya, di Nusa ceningan ini selain ada vila-vila, mayoritas penduduk lokal berprofesi sebagai nelayan. Kita juga bisa dengan mudah menemukan budidaya rumput laut di sini, bahkan dari pinggir jalan kita bisa lihat penambakan rumput laut (seaweed) di dalam laut.

Salah satu kelebihan stay di Nusa Ceningan adalah kita jadi sering melewati Yellow Bridge (Jembatan Kuning) – Icon Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Itulah kenapa, Yellow Bridge tidak kami masukkan ke dalam tujuan yang ingin dikunjungi, karena kami selalu lewati ketika menuju ke Nusa Lembongan dan sebaliknya.

Oia, sebagai catatan, Yellow bridge ini hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dan pejalan kaki ya, selain itu tidak bisa lewat. Jadi kalau kalian dari Nusa Lembongan naik mobil atau taxi (iya ini jadi salah satu opsi transportasi turis di 2 pulau ini) mau ke Nusa Ceningan cuma bisa sampai di Yellow bridge ini, kemudian kalian harus jalan melewati jembatan, kemudian di Nusa Ceningan sudah banyak taxi yang menunggu utk mengantarkan kalian sesuai tujuan.

Taksi di Nusa Lembongan Yudaps.id Large
“Taksi” di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan

Jadi memang transportasi yang paling efektif di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan menurut kami adalah sepeda motor. Banyak sekali tersedia penyewaan sepeda motor dengan berbagai pilihan harga dan tipe motor. Kami dapat harga 80rb/hari untuk motor scoopy, diluar dari bensin ya. Bensinnya sendiri dengan rute yang kami lalui selama 2 hari 1 malam 20rb/1 botol Aqua besar) cukup. Jangan kaget kalau harga bensin agak mahal, namanya juga di pulau. Dan di sini cuma ada 1 SPBU (di Nusa Ceningan), lainnya hanya menjual pakai botol Aqua gitu.

Setelah sampai di Devil’s Tears, kami cukup kaget, karena review-review yang ada di google berbeda dengan keadaan Devil Tears saat kami datang (Januari 2024). Saat ini Devil’s Tears sudah direnovasi, dibuat menjadi suatu area komersil tertata rapi dan bagus. Sudah ada loket tiket masuk, warung-warung, jalanannya juga sudah full conblock, sepanjang tebing Devil’s Tears juga sudah dipasangi tali tambang sebagai pembatas dan larangan untuk para wisatawan agar tidak terlalu dekat dengan ujung tebing yang sangat berbahaya. Intinya area ini sudah tertata rapi. Mantap!

Juga sudah disediakan tempat duduk dengan posisi yang sangat pas untuk menyaksikan sunset. Perfect! Tinggal berharap cuacanya mendukung saja, maka jadilah sunset point terbaik di Nusa Lembongan (setidaknya menurut kami).

Selain ke Devil’s Tears, ada 1 spot juga yang ingin kami datangi yaitu dream beach. Spot ini persis bersebelahan dengan Devil’s Tears, cuma karena kami keasikan nunggu sunset, Dream Beach hanya kami saksikan dari atas saja. Jika dilihat, Dream Beach ini asyik untuk berenang atau sekedar basahi kaki, karena ada pantai dengan pasir putih yang juga bersih. Mungkin next time kami akan mencoba turun ke pantainya.

Setelah gelap, kami pun keluar dari area Devil’s Tears, tujuan selanjutnya adalah mencari makan malam. Pilihannya lalapan, hehe. Ngomongin pilihan makanan di Nusa lembongan dan Nusa Ceningan tidak jauh-jauh dari cafe, cafe dan beach club. Ya selain villa tentu banyak tersedia pilihan cafe-cafe di 2 pulau ini. Kenapa kami tidak ke cafe? Karena saat itu kami sudah merasa kotor (keringat, berpasir, debu, dll) jadi kayaknya pengen langsung istirahat di villa saja. Jadilah lalapan sebagai pilihan untuk makan malam.

Soal harga? Masih masuk akal, mirip dengan harga makanan lalapan-lalapan dipinggiran jalan nusa dua (tempat kami tinggal).

Itu cerita hari pertama!

Hari Kedua

Hari kedua dimulai dengan sarapan di villa (include). Aku makan nasi goreng, istri makan american breakfast. Rasanya? Lumayan sih menurut kami, bukan yang buruk banget tapi juga bukan yang terbaik. Untuk menu makanannya memang sudah ditentukan saat checkin, jadi bukan tipe yang prasmanan gitu, namun untuk minumnya, ada beberapa pilihan: kopi, teh, air jeruk dan air lemon, semuanya free flow.

Rencananya di hari kedua ini kami mau snorkeling, karena masih penasaran dengan spot snorkeling yang ada di 2 pulau ini. Setelah cerita-cerita dengan bartender di vila dan juga pak Gede, saran dari mereka sih kalau mau puas snorkeling harus sewa boat, nanti kita akan dibawa ke 3 spot snorkeling terkenal (gamat bay, manta bay dan mangrove point) 2 spot pertama itu sebenarnya di Nusa Penida, spot terakhir yang di Nusa Lembongan.

Utk biaya sewa boatnya bervariatif, tergantung dari tawar menawarnya, biasanya mulai dari 300rb perorang utk 3 spot tersebut. Lumayan mahal bagi kami, alhasil kami memutuskan coba naik motor saja ke arah mangrove point. Kalau dilihat dari maps, mangrove point ini bisa ditempuh pakai sepeda motor, nanti liat keadaan di sana saja, apakah memungkinkan untuk snorkeling atau tidak. Begitulah pikir kami.

(08.10 – 10.30)

Sekitar 18 menit naik motor dari villa menuju mangrove point Nusa Lembongan, akhirnya kami sampai di Mangrove point. Saat sudah mau dekat dengan Mangrove point, kami memang melihat beberapa boat yang sedang “mengantarkan” turis menuju spot snorkeling bahkan kami juga melihat ada yang sedang snorkeling (bisa kelihatan karena mereka pakai life jacket warna orange). Kami semakin yakin, “ah sepertinya bisa juga kita snorkeling tanpa harus sewa boat. Sampai akhirnya kami diberhentikan oleh-oleh bapak setempat yang menawarkan sewa boat atau kano untuk tour hutan mangrove!

Ya, sesuai namanya, Mangrove point, jadi memang tujuan utama orang-orang ke sini itu ya untuk tour hutan mangrove. Keliling mangrove menggunakan sampan yang dikendalikan 1 orang atau bisa juga dengan menyewa kano yang bisa diisi maksimal 2 orang. Lalu snorkelingnya di mana?

Jadi memang kalau dilihat dari maps, daerah Mangrove point ini mayoritas diisi oleh hutan mangrove (namanya juga mangrove point) dan untuk snorkeling spotnya itu ternyata ada di seberangnya hutan mangrove, makanya mayoritas orang-orang yang ingin snorkeling disarankan untuk sewa boat.

Peta mangrove point dan spot snorkeling yudaps.id

Akhirnya kami memutuskan untuk tour mangrove aja dulu deh dengan menyewa kano. Biayanya 100rb 1 orang untuk 1 jam. Jadi totalnya kami bayar 200rb untuk sewa Kano selama 1 jam. Untuk sewa boat juga sama biayanya, 1 orang 100rb tapi hanya setengah jam

Kenapa kami memilih sewa kano?
1. Lebih lama waktu sewanya (gak mau rugi)
2. New experience buat kami karena belum pernah tour mangrove apalagi menggunakan kano
3. Sekalian cari keringet (baca: olahraga) karena kan kami harus ngedayung kanonya sendiri, kalau naik boat ada yang dayungin.

Ternyata pilihan kami gak salah, kami sangat puas dengan pengalaman ini. Recommended! Kalau kalian ada waktu lebih di Nusa Lembongan, cobain deh tour mangrove ini.

Mungkin sedikit kritik dari kami, untuk sistem tiket di mangrove point ini seharusnya dibuat setransparan mungkin. Kenapa? Karena saat kami berkunjung ke lokasi ini (21 Januari 2024) belum ada tiketnya. Jadi 100rb itu ya berdasarkan bapak-bapak yang sedang jaga disitu aja. Belum ada tiket, belum ada tabel harga, sarat dan ketentuannya seperti apa belum jelas. Semoga kedepannya bisa lebih diperbaiki lagi ya. Supaya semua yang datang merasa aman dan nyaman ketika berlibur.

Peta Mangrove Point Nusa Ceningan yudaps.id
Peta tur mangrove point

Gak terasa 1 jam sudah kami keliling hutan mangrove pakai Kano (iya, beneran dipasin 1 jam, supaya gak rugi!). Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 WITA. Cuacanya juga sudah terik. Akhirnya niat snorkeling kami urungkan, mengingat cuaca yang sudah sangat panas dan kami juga harus prepare checkout dari Vila, karena batas maksimal checkout dari vila adalah pukul 2 WITA.

Saran buat yang mau snorkeling di Mangrove point! Sebenarnya bisa aja snorkeling di sini tanpa harus sewa boat. Kalian bisa parkir di agung beach club (sebelum mangrove point) kemudian jalan sedikit ke tengah laut (kurang lebih 500 meter) kalian akan mendapatkan spot snorkelingnya (tempat kami melihat boat menurunkan penumpangnya yang mau snorkeling)

Kalau kondisi air laut pasang, kalian harus berenang, tapi kalau lagi surut, kami yakin kalian hanya perlu jalan untuk mencapai spot snorkeling tsb.

(11.00 – 11.30)

Kembali ke vila untuk persiapan checkout. Mandi, beres-beres barang dan checkout! Tak lupa sebelum meninggalkan vila kami foto-foto dulu.

(11.30 – 16.00)

Sembari menunggu jadwal fast boat kami yaitu pukul 16.00. Masih ada kurang lebih 4 jam lagi untuk menikmati kedua pulau ini. Lihat-lihat maps, akhirnya kami memutuskan ke Mushroom bay. Seperti cerita saya di atas, mushroom bay ini merupakan salah satu pelabuhan fast boat di Nusa Lembongan. Kami pun penasaran ingin tahu seperti apa. Sekitar 20 menit dari vivla, kami sudah sampai di Mushroom bay. Gak banyak yang kami lakukan di sini, hanya berfoto dan melihat sekeliling saja, itupun karena kami mendapat spot dibawah pohon rindang, jadi masih bisa berpose untuk sekedar berfoto-foto.

Lanjut dari Mushroom bay kami makan siang, dan lagi-lagi di Lalapan. Menurut kami selain harga yang masih masuk akal, pilihan ini juga yang bisa dipastikan Halal. Hehehe.

Setelah perut terisi dan siap untuk lanjut explore lagi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan rasanya memang belum sah kalau belum nyobain cafe-cafe yang ada di nusa lembongan. Kami mampir ke “Pisang-pisang”. Jadi ini kayak toko yang menjual barang-barang sustainibility, zerowaste, ada restorannya juga dan ada vila serta tempat yoganya juga. Lumayan istri bisa “cuci mata” ngelihat produk-produk yang dijual katanya. Okee baiikk!

Setelah puas keliling-keliling di toko ini, kami melanjutkan perjalanan ke arah utara (arah mangrove point). Oia, kami masih menggunakan sepeda motor yang sama, cuma bedanya kali ini kami harus membawa semua barang-barang (2 tas backpacker 20liter dan 1 tas backpack 5 liter) kami, karena kami sudah tidak ada sewa villa lagi.

Di jalan menuju ke arah utara, kami menemukan pantai pasir putih (White sand beach) begitu tulisannya yang ada di plank. Kamipun mampir untuk sekedar berfoto. Ternyata pantai ini masih berada di kawasan Mahagiri Resort Lembongan. Mahagiri Resort Lembongan adalah salah satu resort mewah yang ada di Lembongan, baguuuus banget kamarnya, ada beach clubnya juga, dan tentunya pantainya juga bagus, karena mereka kelola sendiri, dan lagi pasirnya putih. Meskipun dikelola oleh Mahagiri Resort, pantai pasir putih ini dibuka untuk umum (setidaknya saat kami datang pukul 12.30) tidak ada larangan untuk masuk ke pantai ini.

Dasar memang kaminya aja yang kurang kerjaan, ke pantai di siang-siang terik seperti itu jadi ya gak lama-lama, hehehee. Feeling kami sih kalau sore bakalan banyak turis yang sekedar duduk di pasir atau berenang dipinggir pantainya ya.

Lanjut dari pantai pasir putih, akhirnya kami “berteduh” di cafe “Let’s Bake – French Bakery”. Niatnya hanya sekedar beli minum saja sambil nunggu jam keberangkatan kapal pukul 16.00. Tapi ternyata menu-menu mereka menarik dan rasanya juara! Kami pesan Pan au chocolate, Wild juice, Es amerikano, Gelato matcha dan snicker. Semuanya enak! Tidak ada yang failed! Karena enak kami nambah orderan lagi, kali ini nyobain mini croissant dan es matcha, dan enak! Wah istri sampai gak mau pulang saat itu. Kita sampai mikir, nanti kalau pengen makan ini lagi gimana ya? Masak harus ke Nusa Lembongan dulu? (lebay?) Ya memang seperti itu kenyataannya. Hehe.

Dermaga di Nusa Lembongan
Dermaga di Nusa Lembongan yang masih harus basah-basahan ketika mau menaiki fast boat

Akhirnya pukul 15.30 kami ke pelabuhan fast boat Glory Nusa Lembongan untuk checkin, sekalian mengembalikan sepeda motor yang kami sewa. Proses pengembalian sepeda motornya juga sama, cukup divideoin aja posisi tepatnya di mana dan kirim videonya ke pemilik. Jadi aku gak pernah tahu dan ketemu siapa pemilik sepeda motor itu. Hehe.

Tepat pukul 16.00 kami naik ke fast boat, dan karena pelabuhannya belum seperti yang di Sanur, jadi kami harus sedikit basah-basahan ketika naik ke fast boat.

Sampai di Sanur sekitar pukul 16.40 WITA. Waah alhamdulillah gak mual, karena di laut tadi anginnya sangat kencang, ombaknya juga lumayan tinggi. Alhamdulillah.

Liburan ke Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan 2 hari 1 malam selesai.

Kesimpulan

Hari Pertama (14.45 – 20.00)

  • Checkin di penginapan
  • Mahana point
  • Blue Lagoon Ceningan
  • Secret Beach
  • Parangan Jepang
  • Devils Tears & Dream Beach
  • Makan Malam

Hari Kedua (08.00 – 16.00)

  • Mangrove Point
  • Mushroom Bay Beach
  • Makan siang
  • Pisang-Pisang
  • Pantai Pasir Putih
  • Let’s Bake
  • Pulang

Sebenarnya butuh berapa hari sih untuk bisa mengunjungi semua spot-spot yang ada di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan? Kalau pertanyaannya seperti ini, agak sulit untuk menjawabnya, karena semuanya kembali lagi ke tujuan kita.

Tapi kalau menurutku, 2 hari 1 malam sudah lebih dari cukup. Kalau dilihat dari cerita di atas, sebenarnya ada waktu yang sedikit lowong, yang sebenarnya masih bisa dipadatin lagi kegiatannya. Tapi ya karena memang gak ada yang dilihat atau dikunjungi lagi, maka aku rasa jadwal seperti itu saja sudah cukup.

Dan ternyata setelah cerita-cerita dengan pak Gede (Manager Vila Le Pirate) mayoritas turis-turis yang berkunjung ke Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan itu menghabiskan waktu minimal 2 malam, 3 hari 2 malam. Mayoritas turis yang berkunjung itu menghabiskan waktunya hanya untuk menginap saja, stay di penginapan. Berbeda dengan tipe turis-turis yang berkunjung ke Nusa Penida, yang memang mayoritas banyak aktifitasnya (snorkeling, diving, air terjun, dll). Dan kamipun sepakat dengan pendapat pak Gede ini.

Mungkin next time kami ingin mempraktekkannya, stay 3 hari 2 malam hanya untuk menikmati penginapan saja, tanpa perlu explore lainnya. Semoga bisa, amiin!

Tips ke Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Menurut Kami

  • Perhatikan musim (musim hujan, musim panas)
    Mengingat aktifitas yang akan dilakukan mayoritas adalah outdoor, maka penting untuk mempertimbangkan lagi musim apa nih. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti: Angin kencang, ombak tinggi saat naik kapal, tidak bisa keluar penginapan karena hujan atau panas banget.
  • Booking tiket kapal
    Utk mempermudah di pelabuhan, kalian bisa booking tiket fast boat terlebih dulu. Bisa langsung cek di marketplace tiket fast boat seperti gilivoyages. Kalau kami booking melalui gotravela, karena bisa booking sepeda motor sekalian
  • Booking penginapan
    Ini wajib ya! Penginapannya seperti apa? Mayoritas penginapan-penginapan di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan lokasinya berdekatan kok, jadi lokasi seharusnya tidak jadi masalah, sesuaikan aja dengan budget. Tips dari aku untuk cari penginapan, browsing di Airbnb, kemudian coba hubungi langsung nama property/vilanya dengan googling. Biasanya lebih murah (hehehe). Meskipun sedikit repot tapi worth-it loh!
  • Siapin uang cash
    Meskipun sekarang sudah zaman digital, namun tidak ada salahnya membawa uang cash, karena belum banyak tersedia ATM di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Apalagi kalau kalian tipe orang yang suka jajan di warung-warung kecil yang belum nyediain pembayaran kartu/online/qris.
  • Ibadah
    Buat yang muslim, mohon maaf sekali kami belum bisa kasih referensi tempat ibadah di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, karena kami juga beribadah dengan cara di jamak. Karena memang sulit menemukan mushola di sana. Jadi usahakan sebisa mungkin sewaktu di penginapan kita tunaikan ibadah dulu, sebelum bepergian atau explore pulau.

Oke mungkin sekian dulu cerita pengalaman kami dan tips yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat. Jika ada kritik, saran, pertanyaan maupun pengalaman lain, bisa diceritakan di kolom komentar ya.

Terima kasih. Yuk jalan-jalan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *