Yudaps.id

Sebuah blog berisi cerita dari pengalaman hidup Yuda

Pengertian Content Hub, Seberapa Penting untuk SEO?

Pengertian Content Hub

Content hub adalah kumpulan halaman atau artikel yang saling berhubungan dan berkaitan dengan topik tertentu.

Halaman-halaman atau artikel tersebut saling berhubungan, tidak hanya membahas tentang suatu topik utama secara umum saja, namun juga membahas lebih detail tentang sub topik dari topik utama tersebut.

Komponen Utama Content Hub

Ada 3 komponen utama content hub:

1. Pillar Content atau Konten pilar

Adalah konten yang berisi gambaran secara umum tentang suatu topik yang luas, biasanya menargetkan kata kunci yang luas juga (misalnya: Kopi)

2. Cluster content atau Konten cluster

Adalah konten yang membahas tentang topik yang cakupannya lebih kecil, lebih terperinci, tetapi masih ada hubungannya dengan topik yang dibahas di konten pilar (misalnya manfaat kopi, alat kopi,cara menyeduh kopi)

3. Internal linking

Adalah hyperlink yang menghubungkan konten cluster ke halaman pilar atau pillar content dan sebaliknya.

Jadi bisa disimpulkan dengan membuat content hub, kita tidak hanya membuat satu konten dan tidak berhubungan dengan konten lainnya. Tapi kita membuat beberapa konten yang saling berhubungan dan bisa menjawab semua pertanyaan pembaca blog kita tentang suatu topik tersebut. Dan yang pastinya lagi, dengan adanya content hub ini juga merupakan bagian dari optimasi SEO website kita. Kenapa?

Sekarang mari kita lihat mengapa content hub ini sangat bermanfaat untuk SEO sebuah website.

Mengapa content hub sangat baik untuk SEO?

Seperti yang kita bahas sebelumnya, dengan content hub kita tidak hanya membuat satu konten saja, tapi kita membuat beberapa konten yang saling berhubungan. Dengan begitu kita sudah memiliki beberapa jumlah konten sekaligus. 

Alih-alih membuat konten satu per satu, yang menargetkan kata kunci utama, dengan content hub kita juga bisa menargetkan kata kunci lain yang masih ada hubungannya dengan kata kunci utama. 

Berikut beberapa alasan mengapa content hub sangat baik untuk SEO:

1. Konten lebih bernilai bagi pembaca

Kenapa? materi Content hub ditulis secara general (pillar content) dan akan saling berkaitan dengan konten-konten yang lebih spesifik (cluster content). Ketika konten pilar tidak bisa memberikan setiap jawaban untuk pertanyaan yang ada, maka konten-konten dari konten cluster yang berkaitan dengan konten pilar tersebut akan menjawabnya.

Hal ini tentunya akan memberi pengalaman yang memuaskan bagi pengunjung, karena mereka tidak perlu melompat dari satu situs ke situs lain atau melakukan pencarian baru untuk mendapatkan jawaban yang mereka cari.

Semua informasi yang mereka butuhkan ada di satu tempat, terorganisir dengan baik, dan mudah ditemukan.

2. Lebih banyak internal linking yang terjadi

Dengan pola konten cluster yang terhubung ke konten pillar dan juga sebaliknya, tidak hanya bermanfaat bagi pengunjung tapi juga untuk SEO. Karena dengan begitu akan banyak terdapat internal linking atau tautan internal, dan seperti yang kita ketahui, internal linking merupakan salah satu teknik SEO on-page yang sangat berguna untuk meningkatkan ranking website kita di mesin pencari seperti Google.

Itulah kenapa content hub memainkan peran penting dalam mengoptimalkan SEO dari website kita.

Dengan menulis content hub, kita cukup menambahkan link internal yang relevan ke konten pilar dari konten cluster sebanyak mungkin.

3. Memiliki struktur konten yang lebih baik

Content hub juga membantu kita untuk membentuk strategi konten dengan membuat kluster topik yang logis dan terkait secara semantik.

Tidak mudah membuat content hub yang bagus. Tapi hal ini akan menguntungkan blog kita dalam jangka panjang, karena:

Kita “dipaksa” untuk merencanakan topik turunan dari topik utama yang kita buat, sehingga membuat kita harus berpikir tentang struktur konten secara menyeluruh, kita juga harus melakukan riset yang tepat dan membedakan kata kunci apa yang akan digunakan untuk setiap konten di content hub yang kita buat. 

4. Lebih engaging dengan pembaca

Kita sudah sepakat bahwa content hub memberikan informasi yang lengkap tentang suatu topik yang kita bahas. Dengan begitu pengunjung website cenderung tinggal lebih lama atau akan kembali lagi untuk mencari topik yang masih relevan tapi terlewatkan.

Hal ini akan menurunkan persentase bounce rate dan akan meningkatkan:
– jumlah sesi
– atau lama waktu pengunjung beraktivitas di website kita, dan
– jumlah halaman yang dikunjungi

Ketiga indikator di atas adalah faktor penting dari Google ketika ingin memutuskan website mana yang akan ditampilkan di halaman pertama Google. Terutama faktor seberapa tinggi engage pengunjung dengan website kita.

Belum lagi faktor eksternal yang bisa kita dapatkan jika kita mempunyai konten yang lengkap, yaitu kemungkinan untuk mendapatkan backlink dari website lain.

Jadi, bagaimana cara membuat content hub?

Cara Membuat Content Hub

Seperti yang kita bayangkan, untuk membuat content hub membutuhkan waktu untuk menyusun strategi konten tersebut, seperti apa tampilannya nanti, cara mempersatukan antara konten satu dan lainnya, dan sebagainya. Tapi percayalah, semua effort tersebut akan terbayar dengan apa yang akan kita dapatkan nantinya.

Berikut langkah-langkah untuk membuat Content Hub

Langkah 1: Lakukan riset

Agar content hub berhasil, kita harus mencari tahu topik apa yang banyak diminati oleh calon pembaca kita dan yang paling banyak dicari di mesin pencari Google.

Untuk menemukan topik, kita memerlukan 2 hal:
– pengetahuan yang baik tentang niche topik tersebut
– alat untuk melakukan riset kata kunci

Jika kamu sudah mengetahui niche topik yang ingin kamu bahas, seharusnya kamu sudah memikirkan beberapa topik luas lainnya. Jika belum, kamu bisa mencarinya menggunakan alat riset kata kunci seperti kwfinder, google trend atau ubersuggest, atau bisa juga melihat topik yang sedang dibicarakan orang di forum atau komunitas di media sosial, atau mendapatkan inspirasi dari pesaing kamu dan topik yang sedang mereka bahas.

Ada ratusan cara untuk menemukan ide kata kunci baru. Yang perlu diingat di sini adalah, kita tidak hanya mencari kata kunci tapi kita sedang mencari topik. Sebuah topik dapat mencakup beberapa kata kunci tetapi harus diwakili oleh satu kata kunci utama.

Jadi, kata kunci seperti apa yang harus kita cari?

– Untuk Pillar Content: kata kunci luas yang memiliki nilai tinggi dan mencakup tema utama
– Untuk Cluster Content: kata kunci unik yang terkait dengan topik, cukup luas untuk digunakan sebagai kata kunci fokus tetapi lebih sempit daripada tema utama.
Contoh: Katakanlah kamu membuat blog tentang kopi dan kamu tahu bahwa “kopi arabika” adalah topik yang cukup luas.

Jika kamu memasukkan kata kunci ini ke dalam alat riset kata kunci seperti KWFinder atau alat riset kata kunci lainnya, kamu bisa melihat berapa jumlah volume pencari untuk kata kunci tersebut. Selain itu juga kamu bisa mencari “related keyword” biasanya keyword atau kata kunci ini bisa disebut juga sebagai  long tail keyword yang tingkat persaingannya tidak terlalu sulit, tapi masih terkait dengan topik tersebut.

Langkah 2: Memetakan Content Hub

Setelah mengumpulkan kata kunci utama dan long tail keyword untuk pillar content dan cluster content, sekarang saatnya kita memetakannya menjadi suatu content hub.

Dengan memetakannya, kita akan dapat gambaran seperti apa topik-topik content tersebut saling berkaitan. Kamu bisa coba menggunakan alat untuk membuat mind mapping seperti Mindmeister. Alat ini gratis dan yang terpenting cara menggunakannya juga sangat mudah.

Dan yang juga perlu kita ingat di sini adalah ketika kita membuat content hub, setiap konten-konten yang dihubungkan tidak harus konten yang baru kita buat. Kita juga bisa menggunakan konten-konten yang sudah kita buat lama tapi masih relate dengan topik yang kita buat tersebut.

Langkah 3: Membuat Konten Pilar

Jika kita ingin berada di halaman pertama, tentu konten pilar yang kita buat harus istimewa, lain dari pada yang lain. Seperti apa? Setidaknya konten pillar harus memiliki konten yang terbaik, design terbaik dan pengalaman pembaca yang baik juga.

Konten yang terbaik berarti konten kita harus mengandung info yang up-to-date, detail, dan original. Design yang terbaik berarti konten kita harus mempunyai desain yang menarik, menambahkan video atau gambar yang bisa membantu menjelaskan maksud dari konten yang kita buat.

Konten yang panjang dan detail akan sangat bagus. Tapi hati-hati, konten yang panjang juga bisa membuat pembaca bosan apabila tidak disertakan dengan gambar yang berhubungan dengan konten tersebut.

Pastikan di konten kita juga terdapat navigasi yang jelas dan mudah digunakan agar pembaca nyaman ketika “exploring” di website kita. Sudah siap untuk buat konten pilar yang lain dari pada yang lain?

Langkah 4: Membuat Konten Cluster

Sebuah konten pilar yang panjang dan detail serta didukung oleh desain dan user experience akan sangat bagus. Tapi konten pilar tetap akan membutuhkan “dukungan” dari konten cluster.

Maka dari itu, langkah terakhir untuk membuat content hub adalah kita juga harus membuat konten cluster yang menarik.

Tidak ada tips dan trik khusus untuk membuat konten cluster, karena memang caranya sama dengan ketika kita membuat postingan blog biasa.

Yang perlu diingat di sini adalah menambahkan internal linking ke konten pillar dan juga konten cluster lainnya yang masih berkaitan. Poinnya di sini adalah memastikan pembaca untuk tetap bisa meng-klik konten pilar dan konten cluster lainnya dan membuat mereka merasa nyaman ketika membaca konten yang ada di website kita.

Kesimpulan

Content hub merupakan salah satu kunci penting dalam strategi SEO. Dengan membuat content hub, kita akan terbiasa untuk selalu merencanakan setiap konten yang akan kita buat. Sehingga nantinya konten tersebut akan mudah dibaca serta menaikkan rating konten di google.

Ketika membuat content hub, kita tidak harus membuat konten cluster dari awal. Kita bisa menggunakan konten-konten yang sudah ada dan topiknya saling terkait.

Gimana? Sudah mengerti tentang manfaat content hub? dan sudah ngerti gimana cara membuatnya? atau masih bingung?

Jika sudah mengerti, silakan lanjut untuk buat artikelnya, nanti share di kolom komentar ya link kontennya. Untuk yang belum ngerti, bisa sharing di kolom komentar ya.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *