Istilah-istilah SEO Untuk Pemula

istilah-istilah-seo-untuk-pemula-yudaps.id

Sebelum membahas SEO lebih jauh, sebaiknya kamu mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam SEO. Seperti Google Bot, On-page SEO, Off-page SEO. Selengkapnya.

Jika kita berbicara tentang SEO, maka kita akan berhubungan dengan search engine, Google dan algoritmanya. Oleh karena itu banyak hal yang akan dibahas. Meskipun SEO bisa diukur namun tetap saja bukan ilmu pasti. Sebelum membahas SEO lebih jauh, sebaiknya kamu mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam SEO.

Berikut akan saya jelaskan beberapa istilah yang sering digunakan dalam SEO:

Istilah SEO

1. Google Spider/Crawler/GoogleBot

Google punya semacam software pengindeks yang dinamakan google spider. Software atau program inilah yang akan melakukan pengindeksan setiap kali ada artikel yang baru dipublish atau diterbitkan.

Sederhananya seperti ini, ketika kamu mempublish artikel, maka google spider akan melakukan crawler/mengindeks atau “membaca” artikel yang kamu buat, kemudian menyimpannya di library mereka (Google). Dan ketika nanti ada yang melakukan pencarian di mesin pencari dan artikel kita relevan, maka artikel kita lah yang akan ditampilkan di mesin pencarian Google.

Googlebot itu banyak jenisnya. Ada Googlebot desktop, ada untuk mobile, ada yang khusus untuk mengindeks gambar, ada juga yang khusus untuk mengindeks iklan/ads.

Selain Googlebot, ada juga crawler selain punyanya Google. Seperti href, MSN, Yandex, dan sebagainya. Crawler dari pihak lain ini juga akan mengindeks website kita.

googlebot yudaps.id

2. Indeks/Index

Artinya adalah website kita sudah diindeks oleh Google atau mesin pencari. Atau bisa juga berarti website kita sudah ada dalam library Google dan akan ditampilkan dalam hasil pencarian.

3. De-Indeks/de-index

Lawannya dari Indeks/Index. Artinya adalah website kita sudah tidak terindeks lagi oleh Google atau mesin pencari. Biasanya ditandai dengan analytics dari website kita tidak tampil di Google Search Console. Jangan sampai kejadian di website kamu ya.

4. Search Engine Results Pages (SERPs) / hasil pencarian

Maksudnya adalah halaman yang ditampilkan sebagai hasil pencarian dari pengguna dengan keyword atau query tertentu. Cara Google menurutkan artikel website mana yang ditampilkan disebut ranking factors.

Cara kerja SERPs ini unik, sangat bergantung pada penggunanya. Misalnya, jika artikel kita ada di urutan ke lima di halaman pertama pencarian, tapi artikel kita lebih banyak diklik oleh pengguna, maka artikel kita akan dinaikkan oleh Google karena dianggap lebih relevan.

5. Keywords

Artinya kata kunci.
Keywords biasanya terdiri dari dua kata atau lebih. Yang penting adalah keyword harus memiliki makna karena Google akan membacanya sebagaimana kita (manusia) membaca.

Contoh:
– Laptop murah = benar
– Murah laptop = salah

Jika kamu ingin mencari kata kunci tertentu untuk website, maka kamu bisa menggunakan keyword research tools seperti:
– Google Trends
– Ubersuggest
– Keyword Explorer
– KW Finder
– dan masih banyak lagi.

6. Query

Sering diartikan sama dengan kata kunci atau keyword. Padahal Query dan keyword adalah 2 hal yang berbeda.

Query adalah sebuah bahasa pemograman yang digunakan untuk mengambil data dari database. Atau bisa disebut juga sebuah perintah. Jadi sebenarnya apapun yang kamu ketikkan di Google dibaca sebagai Query bukan kata kunci atau keyword. Namun karena kebanyakan pengguna Google menggunakan keyword atau kata kunci sebagai Query yang diketikkan di mesin pencari, maka banyak webmaster yang beranggapan bahwa Google bekerja berdasarkan keyword yang diketikkan di mesin pencari. Padahal Query (perintah) yang kita ketikkan di mesin pencari tidak terbatas hanya keyword saja.

Contoh Query yang biasa digunakan:
– cache:domain.com : berfungsi untuk melihat tangkapan (cached) terakhir untuk domain.com
– site:domain.com : berfungsi untuk hanya menampilkan hasil pencarian untuk domain.com saja
– allintitle:keyword : berfungsi untuk menampilkan semua website yang menggunakan kata “keyword” di title website.

Sedangkan kalau kamu ingin melihat query apa saja yang membawa pembaca atau visitor ke website kamu, bisa dilihat di:
– Google Analytics di bagian “acquisition report”
– Google Search Console di bagian “performance”

7. Google Ranking Factors

Adalah cara google untuk mempertimbangkan artikel mana yang akan ditampilkan di hasil pencarian berikut peringkatnya.

Ada banyak faktor yang menentukan ranking website kamu. Salah satunya adalah HTTPS.

8. Robots.TXT

File yang berfungsi untuk memerintahkan “Crawler” tentang apa saja yang boleh atau tidak boleh ditelusuri dari website kamu. Google akan mengikuti “perintah” dari robots.txt.

9. Sitemaps

Peta website yang berisi informasi konten website kamu. Setiap website wajib memiliki sitemaps agar google robot mudah ketika meng-crawler website kamu.

Biasanya sitemaps didaftarkan ke google search console, dan kamu boleh mendaftarkan sitemaps beberapa kali (dilakukan ketika kamu melakukan beberapa update konten).

10. Alt Text

Alt text atau Alternative text yang biasa juga dikenal sebagai “alt attributes” dan “alt descriptions” berfungsi untuk memberikan deskripsi pada gambar atau image.

Image atau gambar perlu ditambahkan Alt Text karena Googlebot tidak bisa meng-crawler gambar atau image. Alt Text akan menjadi alt tags yang bisa dibaca bot sehingga bot tahu gambar apa yang kamu upload.

11. Heading Tag H1-H6

Kalau manusia biasanya membagi judul dengan subjudul, subsubjudul, dan seterusnya. Berbeda dengan Googlebot. Googlebot hanya mengerti heading tag h1 untuk judul, h2 untuk subjudul, dan seterusnya.

Contoh:
<h1> JUDUL ARTIKEL </h1>
<h2>SUB JUDUL ARTIKEL </h2>

Penggunaan heading tag ini ada aturannya:
1. Hanya ada 1 H1 dalam satu artikel yaitu judul.
2. H2 dan seterusnya boleh lebih dari satu di dalam satu artikel atau halaman asalkan strukturnya benar.

12. Google Algoritma

Algoritma yang digunakan Google untuk menentukan kualitas, performa, ranking seluruh website di mesin pencari di seluruh dunia. Algoritma google sampai saat ini sudah melakukan banyak perubahan. Contoh nama-nama algoritma google seperti google Penguin, Panda, Hummingbird, Pigeon dan sebagainya.

13. On-Page SEO

Semua faktor optimasi yang dilakukan di website kamu, seperti konten, judul konten, struktur halaman website. Intinya semua yang di website kamu.

Selengkapnya tentang On-Page SEO.

14. Off-Page SEO

Optimasi yang dilakukan pada website kamu tapi berasal dari sumber lain, seperti jaringan media sosial, link building, dan faktor personal.

Selengkapnya tentang Off-Page SEO.

15. Keyword Stuffing

Ini merupakan salah satu teknik black hat SEO, yaitu menumpuk keyword dalam satu paragraf. Dulu teknik ini sangat populer, tapi sekarang sudah tidak disarankan untuk dilakukan lagi.

Contoh keyword stuffing.
Misalkan kamu ingin optimasi dengan menggunakan kata kunci “Baju Hijau”, kemudian kamu membuat satu paragraf seperti ini:
Doni suka memakai BAJU HIJAU. Setiap pergi kerja ia selalu memakai BAJU HIJAU favoritnya karena Doni merasa ganteng ketika memakai BAJU HIJAU.

Teknik black hat SEO ini banyak contohnya, seperti hidden text sampai link farming. Namun teknik black hat SEO sudah tidak dianjurkan untuk dilakukan.

16. Anchor Text

Anchor text adalah sebuah kata atau frasa yang berisi link, bisa link ke artikel lain di dalam website atau ke website lain. Biasanya ditandai dengan diberi warna lain atau digaris bawahi.
Perhatikan contoh berikut:

contoh anchor teks yudaps

Kesimpulan :

Ada 16 istilah umum yang sering kamu jumpai ketika melakukan optimasi dengan SEO. Alangkah baiknya apabila kamu mengetahui istilah tersebut sehingga kamu tidak salah ketika melakukan optimasi SEO pada website kamu.

Apakah kamu sudah mengetahui istilah-istilah tersebut sebelumnya? atau mungkin kamu punya istilah lain yang belum saya sebutkan diatas, silahkan tambahkan di kolom komentar ya. Mari kita belajar bareng.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.
Salam.